A. Keadaan pendidikan  di Indonesia saat ini

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan pembangunan di Indonesia. Pendidikan yang baik akan menghasilkan pembangunan negara yang baik juga. Indonesia merupakan salah satu negara yang masih mempunyai masalah dalam bidang pendidikan. Dewasa ini, pendidikan di Indonesia masih perlu perbaikan di beberapa sektor. Hal inilah yang membuat Indonesia mengalami kendala Sumber  Daya Manusia yang menyebabkan pembangunan di Indonesia menjadi terhambat.

Salah satu masalah yang ada yaitu kurangnya pemerataan pendidikan. Layanan pendidikan pada usia dini masih terbatas, sehingga kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah ketidakmerataan tersebut. Kesempatan memperoleh pendidikan masih terbatas pada tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Namun, saat ini pemerintah telah menyediakan fasilitas sekolah gratis untuk tingkat SD dan SMP sehingga pendidikan masyarakat Indonesia pelan-pelan mulai membaik.

Pada tahun 2005 posisi Indonesia menduduki peringkat 10 dari 14 negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. Peringkat ini didapatkan dari laporan monitoring global yang dikeluarkan lembaga PBB, Unesco. Penelitian terhadap kualitas pendidikan dasar ini dilakukan oleh Asian South Pacific Beurau of Adult Education (ASPBAE) dan Global Campaign for Education. Studi dilakukan di 14 negara pada bulan Maret-Juni 2005. Indonesia mendapat nilai 42 dari 100 dan memiliki rata-rata E. Untuk aspek penyediaan pendidikan dasar lengkap, Indonesia mendapat nilai C dan menduduki peringkat ke 7. Pada aspek aksi negara, Indonesia memperoleh huruf mutu F pada peringkat ke 11. Sedangkan aspek kualitas input/pengajar, Indonesia diberi nilai E dan menduduki peringkat paling buncit alias ke 14. Indonesia hanya bagus pada aspek kesetaraan gender B dan kesetaraan keseluruhan yang mendapat nilai B serta mendapat peringkat 6 dan 4. Berdasarkan data yang ada, dapat diambil kesimpulan bahwa keadaan pendidikan di Indonesia saat ini masih terbilang rendah dibandingkan negara-negara lainnya. Tetapi, cukup mengalami beberapa kemajuan dibandingkan dengan kondisi pendidikan sebelumnya.

B. Peranan Pendidikan bagi Pembangunan di Indonesia

Pembangunan merupakan proses yang berkesinambungan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, kultural, dan politik, dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan. Dalam proses pembangunan tersebut peranan pendidikan sangat strategis. Berbagai upaya pembaharuan pendidikan telah dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan namun demikian sampai sejauh ini belum menampakkan hasil yang terlalu memuaskan.

Pendidikan tidak hanya mempersiapkan peserta didik untuk mampu bekerja pada satu jenis bidang yang relevan. Melainkan, pendidikan harus dapat mempersiapkan peserta didik untuk mampu memasuki berbagai bidang kerja. Sekolah Menengah Umum, di samping harus mampu mempersiapkan lulusan untuk memasuki dunia pendidikan tinggi, harus pula mampu mempersiapkan lulusan untuk siap memasuki pelatihan dari dunia kerja untuk memasuki berbagai bidang.
Tantangan utama dunia pendidikan Indonesia dewasa ini dan di masa depan adalah kemampuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam kaitan ini menarik untuk dikaji bagaimana kualitas pendidikan kita dan upaya apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sehingga bisa menghasilkan sumber daya manusia yang lebih berkualitas sebagaimana diharapkan, agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang produktif, efisien, dan memiliki kepercayaan diri yang kuat sehingga mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain dalam kehidupan global ini.

Orientasi pendidikan Indonesia selama ini cenderung memperlakukan peserta didik berstatus sebagai obyek atau klien, guru berfungsi sebagai pemegang otoritas tertinggi keilmuan, materi bersifat subject oriented, manajemen bersifat sentralistis. Orientasi pendidikan yang kita pergunakan tersebut menyebabkan praktek pendidikan kita mengisolir diri dari kehidupan yang riil yang ada di luar sekolah, kurang relevan antara apa yang diajarkan dengan kebutuhan dalam pekerjaan, terlalu terkonsentrasi pada pengembangan intelektual yang tidak berjalan dengan pengembangan individu sebagai satu kesatuan yang utuh dan berkepribadian. Proses belajar mengajar didominasi dengan tuntutan untuk menghafalkan dan menguasai pelajaran sebanyak mungkin guna menghadapi ujian atau test, di mana pada kesempatan tersebut anak didik harus mengeluarkan apa yang telah dihafalkan.

Akibat dari praktek pendidikan semacam itu munculah berbagai kesenjangan. Kesenjangan akademik menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah tidak ada kaitannya dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini disebabkan karena guru tidak menyadari bahwa kita dewasa ini berada pada masa transisi yang berlangsung dengan cepat, dan tetap memandang sekolah sebagai suatu insitusi yang berdiri sendiri yang bukan merupakan bagian dari masyarakatnya yang tengah berubah. Di samping itu, praktek pendidikan sering mengalami perubahan kurikulum. Ditambah lagi, banyak guru yang tidak mampu mengaitkan mata pelajaran yang diajarkan dengan fenomena sosial yang dihadapi masyarakat. Akibatnya guru terus terpaku pada pemikiran yang sempit. Terbatasnya wawasan para guru dalam memahami fenomena-fenomena yang muncul di tengah-tengah masyarakat menyebabkan mereka kurang tepat dan kurang peka dalam mengantisipasi permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan, akibatnya mereka kehilangan gambaran peta pendidikan & kemasyarakatan secara komprehensif. Kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, memang bukanlah sernata-mata disebabkan oleh dunia pendidikan sendiri. Melainkan, juga ada faktor yang datang dari dunia kerja. Sedangkan, kesenjangan kultural ditunjukkan oleh ketidakmampuan peserta didik memahami persoalan-persoalan yang sedang dihadapi dan akan dihadapi bangsanya di masa depan.

Peserta didik kita tidak memiliki historical-roots dan cultural root dari berbagai persoalan yang dihadapi. Hasil pendidikan tradisional semacam itu hanya akan melahirkan lulusan yang hanya pantas jadi pengikut bukannya jadi pemimpin. Jenis kerja yang mereka pilih adalah kerja yang sifatnya rutin dan formal, bukannya kerja yang memerlukan inisiatif, kreatifitas dan entrepreneurship.

Sudah barang tentu dengan kualitas dasar sumber daya manusia tersebut di atas, bangsa Indonesia sulit untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan yang muncul sebagai akibat adanya kecenderungan global. Oleh karena itu agar SDM Indonesia mampu bersaing dalam dunia global diperlukan adanya reformasi dalam pendidikan, yang salah satu di antara aspek reformasi tersebut adalah perlu dikembangkannya pendidikan yang berwawasan global tetapi tidak mengabaikan filosofis bangsa.

Tantangan utama bangsa Indonesia dewasa ini dan di masa depan adalah kemampuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pendidikan memegang peran yang penting. Praktek pendidikan di Indonesia selama ini kurang mampu menghasilkan SDM yang memiliki keunggulan kompetitif di dunia persaingan global. Oleh karena itu untuk memasuki era globalisasi pendidikan harus bergeser ke arah pendidikan yang berwawasan global. Dari perspektif kurikuler pendidikan berwawasan global berarti menyajikan kurikulum yang bersifat interdisipliner, multidisipliner dan transdisipliner. Pendidikan berwawasan global menuntut kebijakan pendidikan tidak semata sebagai kebijakan sosial, melainkan suatu kebijakan yang berada di antara kebijakan sosial dan kebijakan yang mendasarkan mekanisme pasar. Oleh karena itu, pendidikan harus memiliki kebebasan dan bersifat demokratis, fleksibel dan adaptif.

C.  Dampak yang diberikan oleh pendidikan terhadap pembangunan di   Indonesia

Dalam rangka mewujudkan cita-cita masyarakat sejahtera, adil dan makmur, maka sejak tahun 1950-an Indonesia memulai pembangunan nasionalnya dengan tujuan untuk membangun masyarakat Indonesia seutuhnya dan seluruhnya. Pembangunan dan pendidikan merupakan dua aspek yang saling terkait bagaikan dua sisi mata uang, yang tidak dapat berdiri sendiri tapi dapat dan perlu dibedakan. Pembangunan memerlukan orang-orang/warga negara yang mampu menyelenggarakan dan melaksanakan kegiatan pembangunan tersebut. Orang-orang yang mampu melaksanakan pembangunan tersebut dapat tercipta melalui pendidikan. Pendidikan, baik dari sisi proses maupun dari sisi sarana dan prasarananya, dapat terwujud dengan baik apabila didukung oleh iklim pembangunan dan kebijakan pembangunan yang baik. Dengan demikian pendidikan yang berkualitas merupakan hasil dari proses pembangunan, dan tercapainya tujuan pembangunan merupakan wujud dari hasil kerja orang-orang yang memiliki pengetahuan, ketrampilan dan kemampuan yang merupakan hasil dari suatu proses pendidikan. Tidak mengherankan apabila dalam Pembukaan UUD 1945 ditekankan mengenai keinginan kita semua untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas. Masyarakat yang cerdas hanya dapat dihasilkan melalui pendidikan yang berkualitas. Tanpa manusia yang cerdas dan berkualitas, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik.

Pembangunan hanya dapat terselenggara secara produktif, efektif dan efisien apabila didukung oleh manusia yang berkualitas dan kemampuan profesionalisme yang memadai, serta bermoral menjunjung tinggi nilai etika dan agama. Artinya, kemakmuran bangsa dan negara bukan disebabkan oleh akumulasi harta dan kekayaan melainkan dengan cara membangun lebih banyak tenaga produktif sehingga tercipta kekuatan swadaya bangsa. Indonesia memiliki SDA yang kaya namun dengan kualifikasi mutu SDM yang rendah, bandingkan dengan Jepang yang memiliki SDA yang kurang serta tantangan alam yang berat dengan mutu SDM yang tinggi. Ternyata Jepang sudah tergolong negara industri maju dengan tingkat kesejahteraan yang tinggi di dunia. Di Indonesia, pembangunan diperuntukkan bagi seluruh masyarakat (pemerataan) dan pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Pembangunan manusia seutuhnya adalah pembangunan yang menekankan tidak saja aspek materil namun juga aspek spritual/moral. Apabila pembangunan manusia seutuhnya ini terwujud maka akan tercipta suatu bangsa dan negara yang kokoh, bangsa dan negara yang tidak saja mampu bersaing di percaturan dunia, bangsa dan negara yang tidak saja mampu bertahan terhadap ancaman, namun juga menjadi bangsa dan negara yang bermoral.

Jadi, pendidikan yang baik akan menghasilkan pembangunan yang baik. Sumber daya manusia dengan pendidikan yang baik, akan dapat menjadi tokoh dalam pembangunan di negara kita. Contohnya dapat dilihat pada hasil-hasil anak negeri yang berprestasi yang dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan negara.

Ekologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang hubungan makluk hidup dan lingkungannya. Bumi memiliki banyak sekali jenis-jenis mahkluk hidup, mulai dari tumbuhan dan binatang yang sangat kompleks hingga organisme yang sederhana seperti jamur, amuba dan bakteri. Meskipun demikian semua mahkluk hidup tanpa kecuali, tidak bisa hidup sendirian. Masing-masing tergantung pada mahkluk hidup yang lain ataupun benda mati di sekelilinganya. Misalnya seekor kijang membutuhkan tumbuh-tumbuhan tertentu untuk makanan, jika tumbuhan di lingkungan sekitarnya dirusak maka kijang tersebut harus berpindah atau mati kelaparan. Sebaliknya tumbuhan agar bisa hidup juga tergantung pada binatang untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kotoran binatang, bangkai binatang maupun tumbuhan, menyediakan berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman.

Mempelajari ekologi sangat penting, karena masa depan kita sangat tergantung pada hubungan ekologi di seluruh dunia. Meskipun perubahan terjadi di tempat lain di bumi ini, namun akibatnya akan kita rasakan pada lingkungan di sekitar kita. Meskipun ekologi adalah cabang dari biologi, namun seorang ahli ekologi harus menguasai ilmu lain seperti kimia, fisika, dan ilmu komputer. Ekologi juga berhubungan dengan bidang ilmu-ilmu tertentu seperti geologi, meteorologi, dan oseanografi, guna mempelajari lingkungan dan hubungannya antara tanah, air, dan udara. Pendekatan dari berbagai ilmu membantu ahli ekologi untuk memahami bagaimana lingkungan nonhidup mempengaruhi mahkluk hidup. Hal ini juga bisa membantu untuk memperkirakan atau meramalkan dampak dari masalah lingkungan seperti hujan asam atau efek rumah kaca.

Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan (peradaban) manusia, seorang yang belajar ekologi sebenarnya bertanya tentang berbagai hal berikut : bagaimana alam bekerja, bagaimana proses adaptasi dapat berlangsung, apa yang diperlukan oelh organisme dan apa pula yang dihasilkannya, bagaimana mereka berinteraksi dengan spesies lainnya, dan bagaimana individu-individu dalam spesies diatur sebagai populasi serta bagaimana pula eksotisme yang dimuculkan.
Komponen-komponen yang ada di dalam lingkungan hidup meliputi komponen abiotik dan biotik yang merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan membentuk suatu sistem kehidupan yang disebut ekosistem. Suatu ekosistem akan menjamin keberlangsungan kehidupan apabila lingkungan itu dapat mencukupi kebutuhan minimum dari kebutuhan organisme. Maka keberadaan komponen-komponen tersebut ada yang senatiasa tersedia dan ada yang terbatas. Seperti populasi beberapa jenis flora ataupun fauna (biotik) yang akhir-akhir ini punah dan sinar udara (abiotik) yang senantiasatersedia
Ruang Lingkup Kajian Ekologi adalah untuk memahami batas-batas ruang lingkup kajian ekologi terlebih dahulu perlu dipahami bagaimana sistem kehidupan di muka ini tersusun dari sistem kehidupan terbesar (biosfer) samapai ke dalam sistem kehidupan yaitu sistem gen.

Spektrum sistem kehidupan ini dikenal dengan pengertian “Biosistem” yang terdiri dari komponen biotik dan komponen abiotik. Odum (19971) menggambarkan berbagai tingkat organisasi dalam biosistem yang dapat dilihat dalam spektrum di bawah ini.
Ruang lingkup serta ruang gerak ekologi berkisar di ujung sebelah kanan spektrum biosistem ini, sehingga lebih banyak melakukan pengamatan dan penelitian pada tingkat setelah organisme, yaitu pada tingkat populasi, komunitas dan ekosistem. Sistem biologi yang terbesar disebut dengan biosfer (ekosfer) atau ekosistem besar.
Ekologi sebagai ilmu pengetahuan memiliki hubungan dan kesaling tergantungan dengan ilmu lain, seperti Fisika, Kimia, Taksonomi, Genetika, Mikrobiologi, Bioteknologi, Ilmu Lingkungan, hingga Politik dan ekonomi. Ekologi berhubungan dengan ilmu Fisika dan Kimia seperti pada analisa fisik kimiawi terhadap kondisi ekologi di satu tempat. Contoh lain, hubungan ekologi dengan Ekonomi dan Politik seperti pengaruh kondisi ekologis yang dapat menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan-keputusan dalam hal kebijakan ekonomi dan politik.
Ekologi berdasarkan objeknya dapat diklasifikasi menjadi : Ekologi hewan, Ekologi Tumbuhan, Ekologi Gulma, Ekologi Parasit, dsb. Berdasarkan habitatnya dapat dibagi menjadi ekologi estuari, ekologi darat, ekologi laut, ekologi pegunungan, ekologi tanah dsb.
Di dalam mempelajari ekologi, masalah-masalah yang dapat ditemukan antara lain:
1.Masalah distribusi lokal dan regional serta kelimpahan populasi
2. masalah pengaturan fisiologis, respons serta adaptasi struktural dan prilaku terhadap      perubahan lingkungannya.

3. perilaku dan aktivita hewan dalam habitatnya

4. perubahan-perubahan secara berkala dari kehadiran, aktivitas, dan kelimpahan               populasi hewan

5. dinamika dan populasi komunitas

Disinilah peran mahasiswa ekologi untuk memecahkan masalah-masalah ekologi. Mahasiswa ekologi bisa memanfaatkan ilmu yang didapatkan untuk mmebantru memecahkan masalah-masalah ekologi yang ada. Mahasiswa ekologi juga harus bisa menganalisis atau mencari solusi atas masalah-masalah yang terjadi. Banyak sekali pengaruh yang terjadi jika mahasiswa ekologi mampu memecahkan masalah-masalah yang terjadi. Maka hidup kita akan menjadi lebih baik dan lebih tentram lagi.

Walaupun pada zaman sekarang ini banyak mahasiswa ekologi yang masih belum terlalu peduli terhadap masalah-masalah yang ada. Tapi sikap ini harus kita ubah dari sekarang. Sebagai mahasiswa ekologi sebaiknya kita dapat memperhatikan masalah-masalah yang ada terutama dalam bidang ekologi manusia. Seperti dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan, atau banyak-banyak melakukan penelitian-penelitian ke desa-desa.

A.  Penggunaan Facebook Pada Saat Ini

Tidak bisa kita pungkiri bahwa penggunaan facebook saat ini sangat marak di kalangan masyarakat. Penggunaannya yang sangat mudah dan tampilannya yang menarik membuat semua orang ingin memiliki facebook. Menurut Purnomo dan Amir W (2009) .  Syarat mutlak yang harus dimiliki untuk membuat akun facebook hanyalah email yang masih aktif.

Facebook merupakan sebuah akun yang lengkap, dengan facebook kita bisa bersosialisasi dengan orang lain. Bentuk sosialisasi facebook sendiri bisa dirasakan oleh para penggunanya. Dari hari ke hari pengguna facebook semakin bertambah karena semakin banyak saja orang yang ingin tahu apa saja yang ada di komunitas facebook. Selain untuk chatting banyak hal lainnya yang bisa dilakukan di komunitas ini.

Para penggunanya tidak hanya individu perorangan saja tetapi juga dari kelompok-kelompok organisasi ataupun juga perusahaan-perusahaan dan suatu komunitas seperti Komunitas Pecinta Fotografi ataupun Komunitas Bikers Indonesia dan lainnnya. Bahkan facebook juga digunakan untuk berkampanye ataupun mendukung seseorang yang terlibat dalam sebuah kasus. Seperti kasus yang baru-baru ini sedang hangat dibicarakan adalah kasus yang terjadi antara KPK dan Polri. Facebook merupakan salah satu media yang digunakan oleh pendukung KPK untung mendapatkan dukungan dari masyarakat yaitu dengan membuat sebuah grup di facebook. Sehingga masyarakat yang mendukung KPK bisa menyatakan dukungannya dengan mengikuti grup ini.

Dengan semakin canggihnya perkembangan teknologi saat ini menyebabkan facebook bisa di akses di mana saja. Mulai dari menggunakan komputer, laptop hingga telepon genggam. Bahkan saat ini banyak merek-merek telepon genggam yang menawarkan fitur-fitur facebook di dalam perangkatnya sehingga membuat semua orang menjadi mudah menggunakan facebook dimanapun dan kapanpun.

Dengan berbagai kemudahan dan banyak hal menarik yang ditawarkan oleh  facebook inilah membuat facebook menjadi sering dan banyak digunakan oleh semua orang.

B.  Pengaruh Facebook Terhadap Produktivitas Bekerja dalam Kehidupan Sehari-hari

Facebook merupakan jaringan social yang sedang tenar dan sedang digandrungi oleh semua orang. Kemunculan facebook tentu saja membawa pengaruh yang sangat besar terutama di kehidupan sosial. Di lingkungan sosial facebook dapat menjadi wadah dimana setiap orang dapat mengenal orang baru yang berasal dari berbagai belahan dunia dan daerah tanpa harus bertemu dan berkomunikasi secara face to face, bisa berkomunikasi dengan kawan lama yang sudah lama tidak berjumpa mengetahui segala macam informasi yang up to date dari teman-teman yang bergabung dalam lingkungan pertemanan facebook, dapat membangun relasi bisnis, pengiriman pesan dari satu orang bisa di terima oleh banyak orang.

Facebook terutama sangat berguna untuk mencari teman-teman lama. Sebab secara otomatis facebook akan memperlihatkan beberapa teman yang mungkin kita kenal dari jaringan teman kita sendiri. Tetapi facebook juga menyebabkan beberapa pengaruh buruk yang ditimbulkan bagi penggunanya. Karena mereka yang telah tergantung pada facebook untuk yang hanya sekedar posting status ataupun posting wall akan selalu menggunakan waktu nya untuk melakukan hal tersebut, sebagian dari mereka mungkin bisa merasakan ketenangan setelah mencurahkan isi hatinya melalui status yang selalu up to date. Mereka yang seorang pekerja sampai merelakan waktu kerja nya demi memperbarui status mereka di facebook, bahkan seorang pelajar yang mayoritas menggunakan facebook menggunakan waktu belajar di kelas untuk online facebook.

Contoh lainnya bisa kita lihat di keadaan sekitar kita, akhir-akhir ini hampir semua orang menggunakan facebook disetiap waktu tenggangnya, tidak jarang mereka yang sedang kuliah diruangan kelas, atau mungkin guru yang sedang mengajar dalam kelas juga bermain facebook padahal saat itu mereka harus mengerjakan pekerjaan lain yang bisa dibilang lebih penting dari hanya sekedar bermain facebook. Hal ini tentu saja dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kinerjanya

Bagi mereka yang aktif menggunakan facebook, facebook adalah sebuah menu pokok di kehidupan sehari-hari yang sulit untuk dilewatkan atau dengan kata lain orang-orang sudah mulai kecanduan facebook. Berkaitan dengan hal ini Fuad Hassan menyebutkan bahwa

“ Seiring dengan perkembangan teknologi, manusia pun makin terbiasa untuk menjadikan teknologi sebagai andalan dalam dalam banyak perilakunya, dan pada akhirnya makin tergantung pada teknologi sebagai ‘kelengkapan’ hidup yang tidak mungkin ditinggalkan (indisposable). Ketergantungan ini membuat manusia makin terbiasa mengandalakan berbagai kesanggupannya pada teknologi bukan sekedar sebagai perpanjangannya, melainkan dalam banyak hal meningkatkan secara kuantitatif dan kualitatif. “ (Hassan, 1999)[2]

Dari pernyataan diatas dapat dikatakan bahwa teknologi bisa menyebabkan orang-orang menjadi ketergantungan. Dalam hal ini facebook pun termasuk dalam teknologi tersebut. Banyak sekali orang-orang yang saat ini menggunakan facebook tetapi apakah penggunaan tersebut masih dalam skala yang wajar dan tidak mengganggu produktivitas kita dalam bekerja terutama dalam kehidupan sehari-hari.

Jika hal itu terjadi maka sudah seharusnya hal itu dihindarkan agar tidak merugikan kita sebagai pengguna facebook. Ketergantungan atau kecanduan itu bisa dikurangi dengan tidak sering-sering membuka facebook atau tidak membuka facebook jika hal itu tidak terlalu penting. Apalagi membuka facebook di sela-sela aktivitas kerja kita seperti pada saat sedang mengerjakan tugas ataupun ketika kita sedang kuliah di kelas. Tentu saja hal itu bisa berdampak buruk terhadap produktivitas bekerja kita.

C.  Dampak Positif dan Negatif Dari Facebook

Facebook dengan segala kelengkapannya banyak memberikan dampak, baik dampak yang positif maupun yang negarif. Banyak sekali dampak positif yang dapat kita ambil dengan adanya situs facebook tetapi tidak sedikit juga dampak negatif yang ditimbulkan oleh facebook.

Damapak positifnya yaitu dengan facebook kita dapat menjalin tali silaturahmi dengan teman-teman yang sudah lama tidak bertemu ataupun teman-teman yang sudah lama tidak berhubungan lagi dengan facebook kita dapat bertemu kembali dengan teman-teman tersebut karena menurut Legato (2006)[3] komunikasi merupakan mata uang dasar suatu hubungan jadi untuk membuat suatu hubungan baik kita harus melakukan  komunikasi yang baik dengan teman-teman kita. Selain digunakan untuk bersilahtuhrahmi, facebook dapat juga digunakan sebagai media promosi. Banyak yang mengiklankan produk, jasa, instansi, dan sebagainya melalui facebook sebagai sarana media promosi. Contohnya, sewaktu pemilihan legislatif. Para caleg menggunakan Facebook sebagai sarana kampanye dan menggalang dukungan. Di facebook kita juga bisa bergabung dengan berbagai komunitas atau grup yang tidak terbatas sesuai dengan keinginan kita.

Sedangkan dampak negatif dari facebook adalah waktu kita terbuang yang sia-sia hanya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Jadi kita harus bisa membagi waktu, antara facebook atau aktivitas kita yang lain. Jangan sampai aktivitas yang lain terbengkalai hanya karena facebook. Terlalu banyak buka Facebook juga bisa membuat kita menjadi malas belajar, mengerjakan tugas atau pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan. Terlalu sering membuka facebook juga membuat kita menjadi tidak peka terhadap keadaan di sekitar kita